expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 18 Oktober 2012

MERGER DAN AKUISISI

Assalamu alaikum sobat-sobat sekalian. Pada kesempatan ini, saya akan sharing soal Merger dan Akuisisi. Apakah yang dimaksud Merger dan Akuisisi? dan Apa yang menjadi perbedaan prinsipil dari keduanya?

Dalam UU No. 40/2007 tentang PT (UU PT) sebenarnya kata-kata Merger dan Akuisisi tidak ada. UU hanya menggunakan istilah Penggabungan dan Pengambilalihan. Merger dan Akusisi hanyalah merupakan istilah yang digunakan untuk keduanya.

Pengertian Merger atau Penggabungan dapat ditemukan pada Pasal 1 Ayat (9) UU PT. Agar lebih jelas, berikut kutipan dari Pasal tersebut :

"Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada Perseroan yang menerima penggabungan dan selanjutnya status badan hukum Perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.”

Mengacu pada Pasal di atas, maka ada beberapa prinsip Merger yang perlu kita pahami, yaitu :
1. Subjeknya adalah satu perseroan atau lebih
2. Maksudnya adalah untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain
3. Akibatnya adalah aktiva dan pasiva beralih pada Perseroan yang menerima, dan
4. Status hukum Perseroan yang bergabung berakhir.

Dari empat hal pokok diatas, maka da dua hal yang menjadi consern kita dalam memahami Merger, yaitu pada point (1), (3) dan (4).

Sedangkan yang dimaksud dengan Akuisisi atau Pengambilalihan dijelaskan pada Pasal 1 ayat (11) UU PT. Untuk lebih jelasnya berikut kutipan dari Pasal yang dimaksud.

“Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham Perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas Perseroan tersebut.”

Mengacu pada pengertian di atas, maka ada beberapa hal prinsipil yang perli kita pahami untuk menjelaskan apa itu Akuisisi.
1. Subjeknya adalah badan hukum atau perseorangan
2. Maksudnya adalah untuk mengambil alih saham Perseroan
3. Akibatnya  adalah beralihnya pengendalian Perseroan pada pihak yang mengakuisisi.

Dari penjelasan singkat di atas, maka dapat disimpulkan perbedaan antara Merger dan Akuisisi adalah sebagai berikut :

Pertama, yang menjadi subjek atau pelakunya Merger terbatas hanya pada Perseroan sehingga perbedaan Merger dan Akuisisi ditinjau dari sisi Siapa Pelaku/Subjeknya sangat terlihat jelas. Sebab pada proses Akusisi yang menjadi pelaku atau subjeknya tidak terbatas hanya pada Perseroan tapi juga termasuk Orang Perseorangan.

Kedua, aktiva dan pasiva pada proses Merger akan beralih sepenuhnya pada Perseroan yang menerima Merger, berbeda dengan Akuisisi dimana aktiva dan pasiva tetap berada pada Perseroan yang diambil alih.

Ketiga, Merger mengakibatkan status hukum dari Perseroan yang menggabungkan diri berakhir sehingga yang muncul hanyalah Perseroan yang menerima penggabungan. Berbeda dengan Akuisisi dimana status hukum dari Perseroan tetap ada karena yang diambil alih hanyalah pengendalian atas perseroan.

Demikian yang dapat saya share pagi ini, semoga bermanfaat. Jika sobat-sobat sekalian memiliki pertanyaan terkait legal bisnis silahkan disampaikan. dan jangan lupa untuk meng-share tulisan ini kepada teman-teman yang lain. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It

Labels

Blogger news

Download