expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 15 Oktober 2012

PENGALIHAN HAK ATAS SAHAM MELALUI JUAL-BELI SAHAM

Kasus
Pak, nama saya Roni, saya salah satu pemilik saham dari PT X. Saya memiliki saham sebesar 53 % dari total saham yang telah dikeluarkan oleh Perusahaan. Akan tetapi, saya punya rencana untuk melakukan investasi pada project bisnis saya yang baru. Oleh karena itu, saya bermaksud untuk menjual saham yang saya miliki kepada orang lain yang hasilnya akan saya jadikan modal untuk investasi saya.

Pertanyaan saya, apakah saya bisa langsung menjualnya kepada siapapun yang saya kehendaki? Trus bagaimana prosesnya?


Jawaban

Pak Roni terima kasih atas pertanyaan bapak. Saya akan mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan bapak. Semoga uraian saya di bawah ini dapat memberikan penjelasan dan gambaran seperti yang bapak harapkan.

Pertama perlu saya sampaikan terlebih dahulu bahwa sebenaranya Pengalihan hak atas saham tidak jauh berbeda dengan pengalihan hak atas sesuatu benda. Pengalihan hak atas sesuatu dapat terjadi dengan berbagai macam cara dan sebab diantaranya ;

1. Perjanjian 
    Misalnya dalam bentuk perjanjian jual beli, tukar menukar atau hibah;
2. Undang-Undang
    Misalnya dalam hal terjadinya pewarisan; 

3. Karena putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap atau yang dipersamakan dengan itu;     Seperti halnya melalui pelelangan.

Nah kembali pada objek pertanyaan Bapak. Untuk saham sendiri, pengalihan haknya diatur pada Pasal 56 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Untuk lebih jelasnya berikut kutipan Pasal yang saya maksud.

Pasal 56 
  1. Pemindahan hak atas saham dilakukan dengan akta pemindahan hak. 
  2. Akta pemindahan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau salinannya disampaikan secara tertulis kepada Perseroan.
  3. Direksi wajib mencatat pemindahan hak atas saham, tanggal, dan hari pemindahan hak tersebut dalam daftar pemegang saham atau daftar khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dan ayat (2) dan memberitahukan perubahan susunan pemegang saham kepada Menteri untuk dicatat dalam daftar Perseroan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pencatatan pemindahan hak. 
  4. Dalam hal pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) belum dilakukan, Menteri menolak permohonan persetujuan atau pemberitahuan yang dilaksanakan berdasarkan susunan dan nama pemegang saham yang belum diberitahukan tersebut. 
  5. Ketentuan mengenai tata cara pemindahan hak atas saham yang diperdagangkan di pasar modal diatur dalam peraturan perundang-undangan dibidang pasar modal.
Mengacu pada ketentuan Pasal diatas, maka hal pokok yang harus menjadi acuan kita adalah bahwa setiap pengalihan hak atas saham harus dibuat dalam bentuk “akta”. Oleh karena itu, sebagai proses pertama yang harus bapak lakukan adalah membuat “Perjanjian Jual-Beli” atas Saham yang bapak miliki.

Selanjutnya, UU 40/2007 juga mengatur bahwa setiap perubahan Anggaran Dasar harus mendapat persetujuan RUPS. Pengalihan hak atas saham adalah salah satu bagian perubahan Anggaran Dasar yaitu merubah struktur Pemegang Saham. Hal ini diatur pada Pasal 19. Berikut kutipan Pasal 19.

Pasal 19 
  1. Perubahan anggaran dasar ditetapkan oleh RUPS.
  2. Acara mengenai perubahan anggaran dasar wajib dicantumkan dengan jelas dalam panggilan RUPS.
Oleh karena itu, niat bapak untuk menjual saham yang bapak miliki harus terlebih dahulu mendapat perserujuan daru RUPS. Dan melihat persentase jumlah saham Bapak sebesar 53% maka persetujuan RUPS tersebut menurut saya tidak akan menghambat niat Bapak. Karena Bapak adalah pemegang saham mayoritas.

Menjawab pertanyaan Bapak yang kedua, apakah bisa menjual saham kepada siapapun yang Bapak kehendaki? Pada dasarnya bisa, karena ini dalah jaminan atas asas kebebasa berkontrak. Akan tetapi, ketentua UU khususnya UU PT sudah mengatur hal ini. Bisa atau tidaknya hal tersebut Bapak lakukan sangat tergantung pada status hokum Perusahaan Bapak. Apakah “Perusahaan Terbuka (Tbk)” atau “Perusahaan Tertutup”?

a. Perusahaan Tertutup :
Sebelum bapak menawarkan kepada orang lain, Bapak harus terlebih dahulu menawarkannya kepada pemegang saham dalam Perusahaan. Jika dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal penawaran dilakukan ternyata pemegang saham tersebut tidak membeli, maka Bapak dapat menawarkan dan menjual sahamnya kepada pihak lain. Kewajiban untuk menawarkan kepada pemegang saham lain dalam Perusahaan hanya berlaku 1 (satu) kali.

b. Perusahaan Terbuka
Untuk perusahaan terbuka, maka bapak tidak diwajibkan untuk memberikan penawaran kepada Pemegang Saham lain dalam Perusahaan. Jadi Bapak bebas untuk menjualnya kepada siapapun yang Bapak kehendaki. Akan tetapi, untuk melakukan transaksi ini Bapak harus mendapatkan persetujuan/izin instansi yang berwenang terlebih dahulu. Hal ini diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang Pasar Modal, termasuk Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan BAPEPAM-LK sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang Pasar Modal tersebut.

Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. Jika ada yang ingin ditanyakan dan didiskusikan silahkan meninggalkan komentar. Terima kasih

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It

Labels

Blogger news

Download